16:48 | SK SKPD Belum Jelas, PNS di jajaran Pemrov Riau Keluyuran di Jam Dinas. - 16:20 | Sutan Bhatoegana Ditahan KPK, Pejabat Tinggi Riau Dikawatirkan. Benarkah? - 16:37 | Nopriman HK, Kasi Jembatan Dinas Bina Marga Provinsi Riau: Jembatan Siak IV Akan Diusulkan Masuk Dalam APBDP Provinsi Riau 2015 - 07:57 | Mau kirim opini di www.faktapost.com? kirim ke email: david.fakta@yahoo.com - 07:56 | Wartawan media online www.faktapost.com memiliki Kartu Tanda Pengenal ( Kartu Pers ) yang ditandatangani Pemimpin Redaksi dan namanya terdaftar dalam box redaksi
Minggu, 19 April 2015
Follow:
 
FAKTA POST / Regional
Kapolda Sumut Diganti

Sabtu, 08/06/2013 - 11:50:47 WIB

FAKTAPOST.COM-Medan: Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dimutasi menjadi Wakil Kepala Bagian Pemeliharaan Keamanan (Wakabaharkam) Polri.

Pengganti Wisjnu adalah Irjen Pol Syarief Gunawan, yang dulunya pernah menjabat sebagai Kapolda Maluku.

Mutasi jabatan itu bersamaan dengan perwira tinggi lain yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Sabtu (8/6).

Turunnya telegram rahasia (TR) Kapolri tersebut membuat masyarakat di daerah ini, utamanya seluruh jajaran Polda Sumut, menjadi heboh. Sebab, nama Wisjnu dianggap bukan hal asing karena dekat dengan Kapolri.

Koordinator Republic Corruption Watch (RCW), Ratno, mengharapkan pergantian Kapolda Sumut itu tidak menghentikan kasus dugaan korupsi yang ditengarai melanda Direktorat Lalulintas Polda Sumut.

"Kita menerima kabar bahwa sekitar dua pekan lalu petugas Komisi Pemberantasan Korupsi bersama dengan Bareskrim Polri turun ke Medan, mengusut kasus korupsi dan dugaan suap senilai Rp 2 miliar," katanya.

Rato mengatakan, kasus itu jika memang benar maka sebaiknya diserahkan kepada KPK. Sebab, masyarakat di daerah itu lebih mempercayai lembaga antikorupsi untuk mengusut kasus itu.

"Kepemimpinan Wisjnu sebagai Kapolda tidak membawa hasil yang positif bagi masyarakat. Jenderal bintang dua itu dinilai sangat arogan, apalagi pernah meninju perut Wadir Sabhara Polda Sumut," ungkapnya.

Menurutnya, kasus permainan dalam Buku Pemilik Kendaraan Bermotro (BPKB) kendaraan di Samsat Putri Hijau Medan sebaiknya dipublikasikan ke masyarakat karena tidak baik buat Polri dan KPK jika mencoba menutupi penanganan kasus tersebut.

"Tidak hanya masyarakat, bawahan jenderal bintang dua itu pun banyak yang senang mendengar Kapolda Sumut itu diganti. Salah satu di antara mereka yang senang itu mungkin Kompol Sisman, sebagai perwira yang melaporkan permainan BPKB di Ditlantas Polda Sumut," sebutnya. ( brt1)

 

Redaksi
Copyright 2013 - 2015 PT. FAKTAPOST MEDIA CITRA , All Rights Reserved