12:44 | SISTIM BURUK, PPDB ONLINE SE RIAU TAK BISA DIAKSES - 15:35 | INI SAMBUTAN HERLIYAN SALEH PADA SHOLAT TARAWIH PERTAMA DI MASJID ISTIQOMAH - 15:35 | DIRLANTAS POLDA RIAU: KONTRAKTOR JANJI PEKERJAAN RIGIED LINTAS DURI - PEKANBARU KM 96 DAN KM 110 SELESAI H-10 - 15:34 | TABRAK JEMBATAN, KAPOLSEK CERENTI AKP JANES PURBA MENINGGAL DUNIA - 15:34 | POLRESTA RINGKUS DUA KURIR GANJA UNTUK KALANGAN PELAJAR DAN MAHASISWA
Sabtu, 05 09 2015
Follow:
 
FAKTA POST / Regional
Kapolda Sumut Diganti

Sabtu, 08/06/2013 - 11:50:47 WIB

FAKTAPOST.COM-Medan: Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dimutasi menjadi Wakil Kepala Bagian Pemeliharaan Keamanan (Wakabaharkam) Polri.

Pengganti Wisjnu adalah Irjen Pol Syarief Gunawan, yang dulunya pernah menjabat sebagai Kapolda Maluku.

Mutasi jabatan itu bersamaan dengan perwira tinggi lain yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Sabtu (8/6).

Turunnya telegram rahasia (TR) Kapolri tersebut membuat masyarakat di daerah ini, utamanya seluruh jajaran Polda Sumut, menjadi heboh. Sebab, nama Wisjnu dianggap bukan hal asing karena dekat dengan Kapolri.

Koordinator Republic Corruption Watch (RCW), Ratno, mengharapkan pergantian Kapolda Sumut itu tidak menghentikan kasus dugaan korupsi yang ditengarai melanda Direktorat Lalulintas Polda Sumut.

"Kita menerima kabar bahwa sekitar dua pekan lalu petugas Komisi Pemberantasan Korupsi bersama dengan Bareskrim Polri turun ke Medan, mengusut kasus korupsi dan dugaan suap senilai Rp 2 miliar," katanya.

Rato mengatakan, kasus itu jika memang benar maka sebaiknya diserahkan kepada KPK. Sebab, masyarakat di daerah itu lebih mempercayai lembaga antikorupsi untuk mengusut kasus itu.

"Kepemimpinan Wisjnu sebagai Kapolda tidak membawa hasil yang positif bagi masyarakat. Jenderal bintang dua itu dinilai sangat arogan, apalagi pernah meninju perut Wadir Sabhara Polda Sumut," ungkapnya.

Menurutnya, kasus permainan dalam Buku Pemilik Kendaraan Bermotro (BPKB) kendaraan di Samsat Putri Hijau Medan sebaiknya dipublikasikan ke masyarakat karena tidak baik buat Polri dan KPK jika mencoba menutupi penanganan kasus tersebut.

"Tidak hanya masyarakat, bawahan jenderal bintang dua itu pun banyak yang senang mendengar Kapolda Sumut itu diganti. Salah satu di antara mereka yang senang itu mungkin Kompol Sisman, sebagai perwira yang melaporkan permainan BPKB di Ditlantas Polda Sumut," sebutnya. ( brt1)

 


Copyright 2013 - 2015 PT. FAKTAPOST MEDIA CITRA, All Rights Reserved
[ REDAKSI & MANAJEMEN ]